Cek Fakta: Tidak Benar Video Ahok Umumkan Bagi-Bagi Bantuan Dana Selama Bulan Ramadan – Video yang menampilkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengumumkan pembagian bantuan dana selama Ramadan beredar luas di media sosial. Konten tersebut mengklaim bahwa masyarakat bisa menerima uang tunai jika mengirim data melalui WhatsApp. Namun, setelah ditelusuri, informasi itu terbukti tidak benar dan termasuk kategori hoaks digital.
Isi Klaim yang Beredar Video Ahok
Unggahan viral tersebut menampilkan narasi seolah-olah Ahok mengatakan akan memberikan tunjangan dana tunai agar kebutuhan Ramadan terpenuhi. Bahkan, pesan tersebut menyertakan ajakan menghubungi nomor tertentu agar dana bisa langsung ditransfer.
Ciri-ciri Pesan Viral
Menjanjikan bantuan uang cepat cair
Meminta data pribadi lewat pesan
Menggunakan nama tokoh publik
Ciri seperti ini umum ditemukan pada konten penipuan digital yang memanfaatkan kepercayaan publik.
Indikasi Awal Hoaks
Banyak unggahan semacam ini menyertakan tautan pesan atau formulir pendaftaran, yang sering menjadi metode pengumpulan data pribadi oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Hasil Penelusuran Fakta
Tim pemeriksa fakta menemukan bahwa video tersebut identik dengan unggahan resmi Ahok di Instagram pada 24 September 2025. Video asli sebenarnya berisi undangan acara Wealth Wisdom 2025 yang digelar oleh Permata Bank, bukan pengumuman bantuan dana Ramadan.
Konteks Video Asli
Dalam video aslinya, Ahok hanya menyampaikan ajakan mengikuti acara diskusi tentang pengelolaan keuangan dan masa depan finansial. Ia tidak menyebut program bantuan tunai apa pun.
Manipulasi Konten
Kesimpulan pemeriksa fakta menyatakan video yang beredar merupakan hasil editan dari video asli. Dengan kata lain, narasi bantuan dana ditambahkan pihak lain agar terlihat meyakinkan.
Dampak Editan
Teknik manipulasi semacam ini dapat menyesatkan publik karena visual tokoh asli dipadukan dengan teks atau audio berbeda.
Fenomena Hoaks Bantuan Dana
Kasus video Ahok bukan yang pertama. Hoaks serupa kerap mencatut nama pejabat atau tokoh publik untuk menarik perhatian. Bahkan ada klaim palsu lain yang menyebut pejabat membagikan puluhan juta rupiah kepada masyarakat, yang setelah ditelusuri juga terbukti tidak benar.
Pola yang Sering Digunakan
Modus yang umum dipakai pembuat hoaks antara lain:
Menggunakan potongan video lama
Mengedit teks atau suara
Menambahkan syarat sederhana seperti “like, share, komentar”
Menurut laporan sebelumnya, konten palsu berbasis video sering dibuat menggunakan teknologi manipulasi digital agar seolah-olah tokoh tersebut benar-benar berbicara.
Informasi yang menyebut Ahok mengumumkan pembagian bantuan dana selama Ramadan adalah tidak benar. Video tersebut merupakan hasil editan dari rekaman lama yang konteks aslinya berbeda.
Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi sebelum percaya atau membagikannya, terutama jika konten tersebut menjanjikan uang atau hadiah. Hoaks semacam ini bukan hanya menyesatkan, tetapi juga berpotensi menjadi modus penipuan digital Tuna55.