Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, tiba di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin (23/2/2026) dengan misi khusus. Ia datang langsung untuk menjemput 13 perempuan yang bekerja sebagai ladies companion (LC) di Eltras Pub. Setibanya di Bandara Frans Seda, KDM tidak langsung menuju lokasi penjemputan, melainkan terlebih dahulu mendatangi Kantor TRuK-F yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani.
Di tempat tersebut, ia melakukan pertemuan internal tertutup bersama Jaringan HAM Sikka. Pertemuan itu berlangsung tanpa akses media, sehingga detail pembahasan tidak diungkap ke publik. Namun, langkah ini menunjukkan keseriusan KDM dalam menangani kasus yang telah menjadi perhatian banyak pihak, terutama terkait dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang sedang diselidiki.
Menyambangi Shelter Tanpa Masuk ke Dalam
Usai pertemuan, KDM melanjutkan agenda dengan mendatangi shelter TRuK-F, tempat 13 LC tersebut ditampung sejak 23 Januari 2026. Meski hadir langsung, ia tidak memasuki bangunan shelter. Ia hanya berdiri di halaman depan sambil didampingi Kapolres Sikka, AKBP Bambang Supeno.
Tak lama kemudian, satu per satu perempuan tersebut keluar menuju teras sambil membawa koper berisi pakaian. Mereka tampak menutup wajah agar tidak tersorot kamera wartawan yang telah menunggu di lokasi. Sikap itu diduga untuk menjaga privasi sekaligus melindungi identitas mereka, mengingat status mereka yang masih terkait proses hukum.
Diberangkatkan ke Jawa Barat dengan Pesawat Carter
Setelah seluruhnya siap, 13 perempuan tersebut menaiki kendaraan roda empat menuju Bandara Frans Seda. Dari sana, mereka diberangkatkan ke Jawa Barat menggunakan pesawat Susi Air yang dicarter khusus oleh KDM.
Menurut Dedi Mulyadi, sebelum tiba di Jawa Barat, rombongan akan beristirahat sejenak di Labuan Bajo. Ia menjelaskan bahwa kepulangan ini bukan berarti proses hukum selesai, melainkan hanya langkah sementara agar para korban bisa memulihkan kondisi fisik dan mental di daerah asal.
KDM Pastikan Kondisi Korban Sehat
KDM menegaskan bahwa tujuan kedatangannya ke Maumere adalah memastikan seluruh perempuan tersebut dalam kondisi sehat sebelum dipulangkan. Ia ingin memastikan tidak ada kendala kesehatan yang dapat menghambat proses pemulangan maupun penanganan kasus.
Ia juga menyampaikan bahwa para LC tersebut siap untuk bolak-balik antara Jawa Barat dan Maumere apabila diperlukan oleh penyidik. Hal ini penting karena kasus yang sedang ditangani Polres Sikka masih berada pada tahap penyelidikan dan berpotensi berlanjut ke penyidikan hingga persidangan.
“Mereka hari ini akan pulang dulu, dan nanti akan kembali lagi kalau dibutuhkan dalam perkara tersebut,” ujar Dedi Mulyadi.
Didampingi Sejumlah Pejabat Daerah
Dalam kunjungannya, KDM tidak datang sendiri. Ia didampingi sejumlah pejabat daerah dari Jawa Barat. Dua di antaranya adalah Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau yang dikenal dengan sapaan Om Zein, serta Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian. Kehadiran mereka memperlihatkan dukungan pemerintah daerah terhadap penanganan kasus Tuna55 ini sekaligus menunjukkan solidaritas lintas wilayah.
Bermula dari Permintaan Perlindungan
Kasus ini bermula ketika 13 LC yang bekerja di Eltras Pub diduga menjadi korban praktik TPPO. Mereka kemudian meminta perlindungan kepada lembaga TRuK-F. Berkat bantuan Koordinator TRuK-F Suster Fransiska Imakulata bersama aparat Polres Sikka, para perempuan tersebut berhasil dikeluarkan dari tempat kerja mereka.
Seiring berjalannya waktu, kasus yang awalnya hanya dugaan pelanggaran ketenagakerjaan berkembang menjadi dugaan tindak pidana perdagangan orang. Saat ini perkara tersebut masih diproses oleh Polres Sikka untuk mengungkap pihak-pihak yang diduga terlibat.
Komitmen Mengawal Proses Hukum
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pemulangan para perempuan itu bukan akhir dari persoalan. Ia berkomitmen memastikan mereka tetap mendapatkan perlindungan sekaligus mendukung proses hukum hingga tuntas. Pemerintah daerah Jawa Barat disebut siap memberikan pendampingan, baik secara psikologis maupun administratif, selama mereka menjalani proses tersebut.
Langkah KDM menjemput langsung ke Maumere dinilai sebagai tindakan nyata pejabat daerah dalam melindungi warganya. Selain menunjukkan kepedulian, langkah ini juga menjadi pesan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap dugaan eksploitasi atau perdagangan orang.
Dengan proses hukum yang masih berjalan, publik kini menunggu hasil penyelidikan aparat untuk memastikan siapa saja pihak yang bertanggung jawab. Sementara itu, fokus utama pemerintah adalah memastikan keselamatan, kesehatan, dan pemulihan kondisi para korban sebelum mereka kembali menjalani aktivitas normal.